KALTIMS.COM - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, meluncurkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak sekolah Indonesia serta mengurangi angka stunting yang mencapai 24,4% pada 2022. Program MBG akan melibatkan 1.923 koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan anggaran Rp71 triliun pada 2025. Program ini ditargetkan untuk 82,9 juta penerima manfaat, diantaranya 44 juta anak usia sekolah, 4 juta santri, 30 juta balita, dan 4 juta ibu hamil.
Komoditas lokal seperti jagung, nila dan melon akan menjadi fokus utama program ini. Selain itu, program ini juga akan memasukkan komoditas lain seperti telur, sayuran dan beras. "Program MBG merupakan komitmen kami untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Indonesia memiliki akses ke makanan bergizi sehingga dapat tumbuh sehat dan cerdas," kata Presiden Prabowo.
Dari detail program di canagkan diharapkan dapat berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, mengurangi ketergantungan impor dan Meningkatkan pertumbuhan ekonomi pedesaan. "Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat, tetapi juga memiliki korelasi erat dengan peningkatan kualitas SDM Indonesia dan pemberdayaan ekonomi di daerah," urai Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan,
Peluncuran resmi program ini dijadwalkan pada Senin (6/1/2024). Pemerintah berharap program ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Indonesia. "Ada 1.923 koperasi yang siap mendukung program makanan gratis, meliputi barang-barang seperti telur, sayuran, beras, ikan, dan banyak lagi. Presiden menginginkan bahan-bahan untuk program ini berasal dari Indonesia, khususnya dari desa-desa, untuk memberdayakan ekonomi lokal. Tidak boleh ada impor," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Budi Arie Setiadi setelah menghadiri menghadap Presiden Prabowo di Istana Bogor pada Jumat lalu.
Dengan program ini, diharapkan angka stunting dapat berkurang dan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat. Apalagi Pemerintah sangat berharap program ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Indonesia. "Program ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, terutama anak-anak sekolah," urai Dr. Nurul Huda, pakar gizi dari Universitas Indonesia. [AHS/**]