Pertandingan Borneo FC vs Persib U-18 Berakhir dengan Insiden Rasisme

KALTIMS.COM - Pekan 17 dan 18 Lanjutan BRI Liga 1 Elite Pro Academy di Borneo FC Training Centre pada Sabtu (4/1) dan Minggu (5/1) tercoreng oleh insiden rasisme yang dilakukan salah satu tim peserta. Direktur Akademi Borneo FC, Jacksen F Tiago, menjadi korban aksi rasisme tersebut.

Setelah pertandingan U-18, Jacksen yang mencoba mengklarifikasi pernyataan rasisme yang dilontarkan tim lawan. Sebab menurut informasi, official Persib U-18 sering mengucapkan kalimat kasar yang mengandung unsur rasisme selama pertandingan.

"Masalahnya officialnya parah banget mulutnya," kata seorang penonton.

"Karena itu, mereka dikejar sampai ke bis," tambah saksi lain.

Rasisme sendiri dalam sepakbola sangat dilarang karena bersifat diskriminatif dan sensitif. Rasisme adalah bentuk diskriminasi terhadap ras atau etnis yang didasarkan pada doktrin atau sistem kepercayaan yang menyatakan bahwa perbedaan biologis menentukan pencapaian budaya atau individu.

Pertengahan tahun 2024 lalu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir sendiri saat menentang terjadi rasisme di sepakbola Indonesia. Pernyataan tersebut keluar ketika dia merespons komentar beragam perihal rasisme dari netizen Indonesia di media sosial (medsos) kala Timnas melawan Guinea.

"Ini karena banyak juga saudara kita yang berkulit sama. Kakak-kakak kita di Indonesia Timur kulitnya sama. Memang kalau yang dari Sumatera banyak yang putih kayak saya, dari Sumsel putih-putih. Tapi, kan banyak juga yang berkulit berbeda dan semuanya Indonesia," ujar Erick di Pelabuhan Benoa, Bali, Minggu (12/5/2024).

Dari jalannya pertandingan sendiri berlangsung seru. Kedua tim saling mengalahkan dalam pertemuan dua hari berturut-turut. Borneo FC menang 2-0 di U-18 dan 3-1 di U-20, serta kalah 2-3 di U-16 pada hari pertama. Pada hari kedua, Persib memaksa tuan rumah bermain imbang 1-1 di U-16 dan 2-2 di U-20, serta menang 0-1 di U-18. [AHS/**]