Jalur Strategis Presiden Prabowo Ditengah Persaingan China-US

KALTIMS.COM - Ditengah persaingan Amerika Serikat dan Cina, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengambil jalur strategis. Setelah dilantik sebagai presiden kedelapan Indonesia pada Oktober lalu, hal ini sebagai respon dari pertanyaan tentang dampak kebijakan luar negeri Prabowo terhadap keamanan regional selama lima tahun masa jabatannya.

Menurut analis, pendekatan Prabowo terhadap kebijakan luar negeri akan berbeda secara signifikan dari pendahulunya, Presiden Joko Widodo, yang fokus pada menarik investasi asing dan membangun pasar ekspor, bukan pada pengeluaran pertahanan dan urusan internasional. Setidaknya ada tiga kebijakan Luar Negeri Prabowo yang sudah terlihat. Diantaranya pengembangan hubungan dengan Amerika Serikat.

Prabowo seperti diketahui melalui Menteri Pertahanannya, Sjafrie Sjamsoeddin, akan mencari lebih banyak kesempatan kerja sama dengan Pentagon. "Berbeda dengan Jokowi yang lebih banyak mendelegasikan urusan luar negeri dan keamanan, Prabowo melalui menteri pertahanannya akan lebih banyak memanfaatkan peluang dengan Pentagon," urai Natalie Sambhi, Direktur Eksekutif Verve Research.

Pengembangan gubungan dengan Cina juga dilakukan. Diketahui Indonesia berencana memperdalam hubungan dengan Cina, termasuk melanjutkan latihan militer. Keseimbangan Strategis juga dicercah Prabowo dengan keseimbangan strategis antara Amerika Serikat dan Cina, tentu langkah ini dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan nasional Indonesia.

"Kami memiliki tanda-tanda awal bahwa Indonesia ingin memperdalam hubungannya dengan Tiongkok, termasuk melanjutkan latihan militer. Kita punya waktu lima tahun untuk melihat apakah kompleksitas dan frekuensi latihan militer dengan Tentara Pembebasan Rakyat China akan berkembang dengan cara yang menyaingi intensitas latihan militer dengan militer AS,” kata Sambhi seperti dikutip dari AL Jazeera. [AHS/*]