Renovasi Stadion Segiri: Cerita Keterlambatan yang Mengundang Tanya

KALTIMS.COM - Misteri renovasi Stadion Segiri Samarinda terus memicu keingintahuan. Borneo FC dan suporter masih menunggu kepastian penyelesaian.

Direktur PT Lingkar Persada, Ahmad Gibran Utomo, belum bisa memberikan keterangan lengkap. "Baru setelah pertemuan dengan PUPR, saya bisa memberikan keterangan lebih lengkap," ucapnya dikutip dari Sapos.

Renovasi stadion ini sudah berjalan sesuai rencana, tapi alasan keterlambatan masih dirahasiakan. Disisi lain klausul jaminan pemeliharaan selama enam bulan bisa dipercepat jika semua pihak setuju.

Disisi lain, Ponaryo Astaman mengaku kesal. "Kita rugi karena harus pindah ke Bali untuk ASEAN Club Championship. Biaya traveling dan jauh dari fans sangat merugikan. Kita menyayangkan kondisi ini. Kesempatan Borneo FC tampil di level internasional terhalang," urai Ponaryo Astaman seperti dilansir situs resmi klub..

"Kita sudah berusaha menggunakan Stadion Segiri sebagai kandang di ASEAN Club Championship, tapi AFF/SportFive tidak mau mengambil risiko. Kerugian itu pasti ada, kita harus mengeluarkan budget untuk traveling dan jauh dari fans," terang legenda sepak bola Indonesia itu.

"Kita menyayangkan kesempatan promosi daerah seperti Samarinda, Balikpapan, dan Kaltim di level regional. ami berharap koordinasi antara PUPR, UPTD, dan Dispora Samarinda lebih maksimal agar Stadion Segiri bisa segera digunakan," tambah pria yang kerap disapa Popon.

Renovasi beberapa stadion di Indonesia membuat Borneo FC bermain di luar kota. Sejak akhir musim kemarin, Pesut Etam menjalani pertandingan di Stadion Batakan, Balikpapan.

Diego Micheils mengatakan, "Kami rindu bermain di depan publik sendiri. Kami berharap renovasi Stadion Segiri selesai cepat. Kami rindu rumput Stadion Segiri, terutama atmosfer suporter di sana," tambah Diego.

Apakah renovasi Stadion Segiri akan selesai cepat? Hanya waktu yang akan menjawab. [VAN//**]