KALTIMS.COM - Kompetisi Liga 1 musim 2024/2025 telah usai, namun perdebatan tentang regulasi baru untuk musim depan telah dimulai. PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah mengusulkan perubahan regulasi yang memungkinkan tim-tim Liga 1 untuk mendatangkan 11 pemain asing, dengan delapan di antaranya dapat dimainkan secara bersamaan dalam satu pertandingan.
Proposal ini telah mendapatkan respons yang beragam dari kalangan pemilik klub, suporter, dan pengamat sepak bola. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Adhitia Putra Herawan, menyatakan bahwa Persib akan selalu menghormati setiap keputusan LIB. "Kami dari Persib menghormati dan mendukung penuh setiap langkah yang diambil LIB sebagai operator liga, maupun PSSI sebagai regulator kompetisi sepak bola di Indonesia," ujar Adhitia.
Namun, tidak semua pihak setuju dengan proposal ini. Pelatih Persis Solo, Ong Kim Swee, menilai bahwa rencana ini hanya akan menguntungkan klub-klub besar. "Klub-klub yang memiliki keuangan yang cukup stabil pasti akan mengambil pemain-pemain asing untuk memenuhi kuota yang telah disediakan," ujar Ong Kim Swee.
Kritik juga datang dari kalangan suporter dan pengamat sepak bola. Mereka menilai bahwa proposal ini akan mematikan masa depan anak-anak bangsa ke depannya.
Sementara itu, manager klub Borneo FC, Farid, menyatakan bahwa timnya akan menunggu hasil akhir yang akan diputuskan dan akan menyesuaikan diri dengan regulasi yang telah disepakati. "Kami menunggu, dan akan menyesuaikan hasil dari kesepakatan yang telah dituangkan untuk liga teratas kita," pungkas Farid.
Dengan demikian, perdebatan tentang regulasi baru Liga 1 masih akan terus berlanjut. Apakah proposal ini akan diterima atau ditolak, hanya waktu yang akan menjawabnya. (RED)
Photo: Dok. @Liga1Match