KALTIMS.COM - Borneo FC Samarinda akan menghadapi PSS Sleman di pekan ke-21 BRI Liga 1 2024/2025, yang juga merupakan laga kandang terakhir di Stadion Batakan, Balikpapan. Laga yang akan digelar Minggu (2/2) sore ini memiliki makna yang signifikan bagi Borneo FC, karena merupakan kesempatan terakhir untuk memperoleh hasil yang baik di kandang sementara mereka.
Pelatih Borneo FC, Joaquin Gomez, menyatakan bahwa timnya telah melakukan persiapan yang baik setelah menjalani laga tandang selama hampir dua pekan. "Kami mempunyai kesempatan untuk kembali pulang ke kandang setelah 11-12 hari berpergian. Di luar dari hasil pertandingan kemarin dan tantangan yang kami hadapi, saya pikir level dari penampilan kami dan latihan harian tak hanya terlihat di lapangan saja," ucap pelatih asal Spanyol itu.
Joaquin juga melihat perkembangan tim sebagai indikator positif, dengan performa yang konsisten dari pemain-pemain seperti Stefano Lilipaly. "Sebagai tim, kami terus bergerak dan yang terpenting saat ini ialah proses dari situasi yang kami hadapi," bebernya.
Dengan demikian, Borneo FC siap untuk menghadapi PSS Sleman di laga berikutnya dan meraih hasil yang lebih baik. "Kami dapat merasakannya melalui latihan harian. Ini saat yang terbaik," ungkap Joaquin Gomez.
Dengan konsistensi permainan dan semangat baru, Borneo FC diharapkan dapat memperoleh hasil yang memuaskan dan memuaskan harapan para pendukung. Dengan demikian, Borneo FC siap untuk menghadapi tantangan berikutnya dan meraih kesuksesan di lapangan.
Sementara, Pelatih Kepala PSS Sleman, Mazola Junior, menyatakan bahwa para pemainnya telah mencapai kondisi optimal untuk bertanding dan memiliki motivasi yang tinggi untuk meraih kemenangan atas tuan rumah Borneo FC Samarinda. Dengan demikian, PSS Sleman siap untuk menghadapi tantangan berikutnya dan meraih hasil yang positif di lapangan.
“Satu minggu yang tidak mudah bagi kami melakukan persiapan. Masih terasa hasil akhir pertandingan melawan Semen Padang dan bagaimana hasil melawan mereka juga. Pemain tahu situasinya untuk bagaimana kembali bangkit!” beber Mazola seperti dilansir website resmi klub PSS, Sabtu (2/2/2025).
Disisi lain, pada pekan lalu, Borneo FC Samarinda kalah atas Bali United. Bagi Borneo FC, kekalahan itu dirasakan sangat menyakitkan karena Pesut Etam tampil lebih baik.
Namun keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Gabriel Furtado di menit ke-56 dilaga tersebut dan keputusan VAR yang mengesahkan gol ketiga Bali United merubah situasi pertandingan.
Selain itu, Pelatih Joaquin juga mengkritik lawan yang dianggap terlalu banyak mengulur waktu dan tidak sportif. Kritik ini menunjukkan bahwa perilaku tim lawan dapat mempengaruhi hasil pertandingan dan merusak integritas olahraga.
Menurut Joaquin Gomez, bahwa klub besar harus mewakili nilai-nilai yang lebih tinggi dan berperilaku berbeda. Ia pun kala itu meminta wasit untuk memperhatikan perilaku lawan yang tidak sportif dan melakukan tindakan yang tidak etis terhadap pemainnya. Ia menambahkan bahwa ketika lawan melewati batas, maka rasa hormatnya terhadap mereka hilang. Joaquin merasa sedih karena wasit tidak dapat menjaga keadilan dan keselamatan pemainnya. (AHS/**)