KALTIMS.COM - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak banjir di Samarinda. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota tidak tinggal diam dan terus mengupayakan berbagai solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pembentukan tim khusus yang berfokus pada penanganan banjir, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Balai Wilayah Sungai (BWS).
Menurut Andi Harun, upaya penanggulangan yang telah dilakukan menunjukkan hasil positif. Luas area yang tergenang akibat banjir tahun ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya, dari 482 hektare menjadi 314 hektare. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah, seperti normalisasi sungai, pembangunan tanggul, serta perbaikan drainase di beberapa wilayah rawan banjir.
Namun, Andi Harun juga mengakui bahwa permasalahan banjir di Samarinda masih kompleks dan membutuhkan solusi jangka panjang. Faktor utama penyebab banjir adalah curah hujan yang tinggi, serta kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Samarinda akan terus mengupayakan berbagai solusi, termasuk pembangunan tanggul, pemeliharaan saluran air, dan pengangkatan sedimen sungai.
Andi Harun juga menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak lainnya untuk mengatasi permasalahan banjir di Samarinda. Tak lupa, Andi Harun juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mengurangi faktor-faktor yang dapat memperparah banjir.
Ia turut menekankan pentingnya kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan penghijauan serta konservasi lahan resapan air di Samarinda. Menurutnya, jika upaya ini dilakukan secara konsisten, maka dalam jangka panjang bisa membantu mengurangi risiko banjir di kota.
Dengan berbagai langkah yang telah dan akan dilakukan, Andi Harun berharap permasalahan banjir di Samarinda dapat berkurang secara bertahap. Ia mengakui bahwa penyelesaian masalah ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, tetapi ia optimis bahwa dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, kondisi akan semakin membaik di masa mendatang.
Dalam konferensi pers untuk membahas penanganan banjir yang semakin meluas itu, ada yang menarik dan menjadi perhatian warga Samarinda. Ialah komentar Andi Harun yang turut mengomentari konten infrastruktur yang dibuat oleh @abdulgiaz99. Ia mengingatkan agar para konten kreator memahaminya lebih dalam agar tidak menimbulkan fitnah.
Sontak reaksi itu ditanggapi berbagai macam komentar dari warga Samarinda lainnya. Mayoritas mereka tetap mendukung Abdul Giaz karena berani berkomentar ketika melihat tata kelola infrastruktur di Samarinda tidak sesuai. Konten infrastruktur yang dibuat oleh @abdulgiaz99 selama ini bertujuan sebagai kontrol sosial untuk memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur dijalankan dengan terukur dan tepat sasaran, serta tidak merugikan masyarakat.
Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang baik antara pemerintah, konten kreator, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di Kota Samarinda. "Kalau kita mau menyalahkan, siapa yang paling berwenang? Kalau untuk status jalannya, memang yang mengerjakan kegiatan jalan itu adalah provinsi. Siapa itu anggota DPR sekarang?" tanya Pak Wali, sembari disahut oleh audiens dengan nama Adul.
"Nah kita berharap, agar pelaku konten kreator, itu memahami dulu persoalannya, karena bisa fitnah, bisa jadi prasangka buruk, sebaiknya kita sama-sama mengedukasi, kalau menyalahkan itu gampang, menyalahkan orang, menyalahkan pihak, gampang, tidak semudah kita membangun memelihara, tapi gakpapa, itu dinamika demokrasi di dalam dunia pers, soal pertangungan kepada tuhan, urusan masing-masing lah ya," ujar walikota yang telah dua periode di Kota Samarinda itu.
"Kita tidak menyalahkan Bapak, dan harus diakui kepemimpinan Bapak banyak perubahan besar untuk Samarinda. Yang kita kritisi adalah kepala dinas yang tidak becus mengurus proyek dan banyak buang anggaran. Konten kita juga bertujuan agar kedepannya lebih ketat pengawasan untuk setiap proyek infrastruktur di Samarinda. Karena proyek infrastruktur ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang apabila banyak semrawut justru membahayakan nyawa warga kota tepian," balas Abdul Giaz turut menjawab dalam postingan @KaltimEtam.ID Jumat (31/1) siang.
Abdul Giaz diketahui berasal dari kalangan masyarakat Samarinda. Ia kerap membuat konten dengan daya kritik khas anak muda Samarinda. Ia pun banyak mendapat respon positif, sehingga membuatnya banyak dikenal warga Samarinda. Sehingga beberapa waktu lalu, ketika dirinya ikut dalam kontestasi pemilihan calon legislatif dan bertarung di daerah pemilihan Samarinda dengan partai Nasdem, Abdul Giaz mampu menempati posisi kedua dengan 6.551 suara di bawah Saefuddin Zuhri yang lolos jadi anggota DPRD Kaltim. Namun, Abdul Giaz kini berpeluang maju ke karang paci menggantikan Saefuddin Zuhri dengan status PAW, karena terpilih sebagai Wakil Wali Kota Samarinda, mendampingi Andi Harun. (AHS/**)