KALTIMS.COM - Kebakaran yang menghanguskan sebagian area atrium BIGMall Samarinda pada Selasa (3/6) dini hari telah menjadi perhatian utama bagi pihak kepolisian. Setelah melakukan penyelidikan awal, polisi telah menemukan titik awal api dan gangguan sistem proteksi yang diduga menjadi penyebab kebakaran.
Menurut Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Dicky Anggi Pranata, api pertama kali berasal dari tenant Charles & Keith di lantai 3. "Api pertama kali berasal dari tenant Charles & Keith, dan kemudian merambat ke tenant lainnya," ungkap Dicky.
Penyelidikan awal juga menunjukkan bahwa sistem sprinkler, alat pemadam otomatis yang seharusnya aktif saat terdeteksi panas, tidak berfungsi di area tersebut. Lokasi tidak berfungsinya sprinkler itu berada di zona tenant lantai atrium, tepat di mana api pertama kali muncul.
"Sprinkler di titik itu diduga terganggu akibat renovasi interior yang dilakukan tenant," jelas Dicky. "Awalnya area itu kosong. Setelah disewa, tenant melakukan perubahan desain. Kemungkinan saat proses itu, posisi atau fungsi sprinkler terdampak."
Dicky menambahkan bahwa sprinkler di lantai dua dan area lain masih dalam kondisi aktif. Hanya titik awal kebakaran yang menunjukkan gangguan fungsi.
"Jadi bukan seluruh sistem proteksi yang rusak. Tapi ada area spesifik yang bermasalah, dan itu yang jadi fokus kami sekarang," katanya.
Untuk memastikan penyebab teknis kerusakan sistem proteksi, penyelidikan lanjutan akan dilakukan oleh tim Laboratorium Forensik (Lafor) Surabaya yang dijadwalkan turun ke lokasi mulai Rabu (4/6).
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dari pengelola mal, penyewa tenant, serta saksi lain yang berada di lokasi sebelum dan saat kejadian. (RED)