Mengungkap Paradoks Haji Ilegal: Antara Impian Spiritual dan Risiko Hukum

KALTIMS.COM - Mengungkap Paradoks Haji Ilegal: Antara Impian Spiritual dan Risiko Hukum
Pemblokiran 719 calon jemaah haji yang mencoba berangkat ke Arab Saudi melalui jalur tidak resmi dan ilegal oleh Petugas Imigrasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah mengungkap paradoks yang kompleks dalam fenomena haji ilegal.

Di satu sisi, haji merupakan impian spiritual yang sangat penting bagi umat Islam, namun di sisi lain, upaya ilegal untuk berangkat haji telah menjadi fenomena yang marak dan berisiko. Menurut Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Johanes Fanny Satria Cahya Aprianto, pemblokiran tersebut dilakukan antara 23 April dan 31 Mei 2025.

Fenomena haji ilegal ini tidak hanya merefleksikan keinginan kuat umat Islam untuk menunaikan ibadah haji, tetapi juga menunjukkan kelemahan sistem dan ketidakadilan yang dialami oleh masyarakat. Banyak pelancong ilegal yang mencoba masuk ke Arab Saudi menggunakan visa non-haji, seperti visa kerja atau visa organisasi amal.

Lonjakan upaya ilegal ini dikaitkan dengan daftar tunggu haji Indonesia yang panjang, yang dapat berkisar antara 10 hingga 40 tahun. “Orang-orang ini sering mencoba berbaur dengan jemaah haji resmi. Mereka mengenakan seragam yang sama, membawa barang bawaan yang sama, dan bepergian dalam kelompok besar agar tampak sah,” kata Fanny di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/2) lalu.

Dalam konteks ini, pemblokiran pelancong ilegal haji menunjukkan pentingnya penegakan hukum dan pengawasan yang ketat untuk mencegah upaya ilegal dan melindungi masyarakat. Namun, juga perlu dipertimbangkan bahwa fenomena haji ilegal ini merupakan refleksi dari kebutuhan yang lebih dalam dan kompleks yang perlu diatasi.

Diperlukan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk mengatasi fenomena haji ilegal ini, termasuk peningkatan aksesibilitas dan transparansi dalam proses pemberangkatan haji, serta peningkatan kesadaran dan pendidikan tentang risiko dan konsekuensi hukum dari upaya ilegal. (RED)