KALTIMS.COM - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro , menanggapi demonstrasi pegawai di kementeriannya. Demonstrasi ini dipicu oleh ketidakpuasan atas rotasi pegawai dan tuduhan praktik otoriter.
Beberapa puluh pengunjuk rasa dari kalangan pegawai membentangkan spanduk bertuliskan, "Kami adalah pegawai negeri, bukan pembantu keluarga." dan beragam tuntutan lain, Demonstrasi ini berlangsung di lobi gedung kantor kementerian di Jakarta Pusat, Senin (20/1)
Menteri Satryo kemudian menjelaskan. Ia menjelaskan bahwa perombakan besar-besaran ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya administrasi. Kementerian ini dibagi menjadi tiga bagian: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta Kementerian Kebudayaan. Menurut Menteri Satryo, perubahan ini sudah sesuai.
Pegawai memprotes keputusan pemecatan dan menuntut transparansi dalam keputusan kepegawaian. Mereka juga menuntut pendekatan yang lebih hormat dari pimpinan kementerian, tanpa praktik otoriter, termasuk menghindari pelecehan verbal.
Di antarnya kasus seorang staf yang dipecat setelah insiden kecil yang melibatkan perabotan kantor yang menimpa Neni Herlina. Neni dipecat atas permintaan menteri. Neni mengklaim dipermalukan saat dipecat pada 17 Januari.
Menteri Satryo membantah tuduhan kekerasan dan pelecehan verbal. "Tidak ada kekerasan atau tamparan kepada mereka yang terlibat," kata Menteri Satryo. "Klaim itu sepenuhnya salah. Kami hanya merampingkan kementerian untuk menghilangkan pemborosan. Mungkin saja ada yang merasa tidak nyaman." urai sang Menteri mengakhiri. (AHS/**)