KALTIMS.COM - Jakarta. BRI Super League, sebagai kompetisi sepakbola dengan kasta tertinggi di Indonesia, pada bulan Agustus mendatang akan dihelat. 18 klub dari berbagai daerah di Indonesia akan menjadi pesertanya. Untuk itu, berbagai persiapan guna kelancaran kompetisi akbar di Indonesia itu digelar PT Liga Indonesia Baru, di antaranya Workshop LOC yang dilaksanakan pada 21-26 Juli 2025 di Jakarta.
Auditor Sispamobvitnas Madya Tk. III Baharkam Polri, Kombes Pol Sigit Haryono, S.I.K., S.H., M.H., menjadi salah satu narasumber dalam acara yang digelar di Meeting Room Hall, I League Office, Menara Mandiri II, Jakarta. Workshop ini dihadiri oleh perwakilan lengkap dari 18 klub peserta BRI Super League 2025/26, termasuk Borneo FC Samarinda, sebagai satu-satunya wakil Pulau Kalimantan. Bersama Arema FC, Bali United FC, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, dan Persija Jakarta serta klub lainnya.
Kombes Pol Sigit Haryono pun menyampaikan materi mengenai Penilaian Risiko (Risk Assessment) Penyelenggaraan Olahraga. Paparan ini berlangsung selama satu jam, disertai dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif.
Ketua LOC Borneo FC, Abe Hedly Sundana, mengatakan kepada Kaltims bahwa ia beruntung bisa menghadiri acara tersebut. Apalagi selama dua tahun terakhir, sebagai panitia pelaksana, dituntut untuk bersinergi dengan banyak organ pendukung agar menciptakan kelancaran pelaksanaan.
"Kami senang bisa ikut workshop LOC tahun ini, kami bisa bertemu banyak narasumber, salah satu di antaranya Kombes Sigit Haryono. Jadi ada pembahasan penting yang kami lakukan selama workshop," ujar Abe.

Abe yang juga menjabat sebagai Deputi Sekretaris Umum Asprov PSSI Kalimantan Timur itu menerangkan sesi ini menjadi forum penting bagi klub-klub, khususnya Borneo FC untuk memahami lebih dalam mengenai aspek-aspek keamanan dan mitigasi risiko dalam menyelenggarakan pertandingan di musim mendatang.
Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen Baharkam Polri dalam mendukung kelancaran dan keamanan penyelenggaraan acara olahraga berskala nasional, khususnya BRI Super League. Melalui edukasi dan sinergi dengan berbagai pihak, diharapkan kualitas keamanan pertandingan sepak bola di Indonesia dapat terus ditingkatkan demi kenyamanan seluruh penonton dan peserta.
"Keamanan dan keselamatan dalam setiap ajang olahraga adalah prioritas utama. Melalui paparan penilaian risiko ini, kami berharap setiap klub dapat memahami potensi-potensi risiko yang ada dan bersama-sama merumuskan langkah-langkah mitigasi yang efektif," tutur Kombes Pol Sigit Haryono yang juga tercatat sebagai petinggi klub Persikota Tangerang itu.
Dalam acara workshop LOC ini, Abe Hedly tak sendiri, dia ditemani Ahmad Herman Almuflih sebagai Security Officer Borneo FC tahun ini. Dalam kesempatan itu keduanya juga bertemu manager Borneo FC 2022/2023, Mayjen TNI (Purn) Rudi Yulianto yang dalam pertemuan itu datang sebagai Exco PSSI Bidang Keamanan.
"Kami bertemu dengan Kombes Sigit dari Baharkam Polri, banyak yang kami bicarakan, lalu kami juga bertemu Exco Keamanan PSSI, Mayjen TNI Rudi Yulianto, beliau juga banyak memberikan saran kepada kami, apalagi beliau mantan manager Borneo FC, jadi Pak Rudi banyak memberikan kami masukan," pungkas Abe. (RED)
