KALTIMS.COM - Bursa kepala daerah di Kutai Kartanegara kembali hangat, di diskualifikasinya Edi Damarnsyah sebagai calon bupati terpilih pada Pilkada Kukar Setelah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia yang mengeluarkan putusan untuk mendiskualifikasi Bupati Kukar terpilih, Edi Damansyah pada Pilkada Kukar beberapa waktu lalu, dan MK turut memutuskan untuk digelarnya Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada di kabupaten seluas daratan 27,263.10 km² itu.
Seperti diketahui, Rendi Solihin, yang sebelumnya menjadi pasangan Edy Darmansyah sebagai wakil bupati, masih bisa kembali mencalonkan dalam Pilkada Kukar meski Edy Darmansyah harus terisisih karena didiskualifikasi.
Namun, dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) mendatang sosok yang akan menjadi pendamping pria kelahiran 11 Oktober 1991 itu tengah hangat dibicarakan. Sejumlah nama tokoh di Kabupaten Kutai Kartanegara mulai bermunculan, terutama di media sosial.
Dari berbagai nama, ada satu nama yang mencuri perhatian. dia adalah Thauhid Afrilian Noor, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.
Thauhid disebut merupakan sosok potensial untuk duet bersama Rendi Solihin pada PSU Pilkada Kukar mendatang. Terlebih, Tauhid Afrilian Noor dikenal memiliki rekam jejak yang luar biasa di bidang organisasi dan pemerintahan.
Banyak pihak menilai, sosoknya didambakan untuk memimpin daerah yang memiliki 18 kecamatan dan 44 kelurahan untuk ke depan.
Seperti yang disebutkan Evan Effendi, warga Danau Semayang, Tenggarong itu mengatakan bahwa Tauhid sebagai sosok yang didampakan karena tepat untuk memimpin Kabupaten Kukar.
"Pengalaman organisasi yang banyak, dan pengalaman yang mumpuni di pemerintahan jadi dasar Tauhid maju memimpi daerahnya, apalagi, Tauhid merupakan orang asli Kutai, jelas dirinya sangat mengetahui daerahnya sendiri," urai Evan, saat ditemui Kaltims.com Selasa siang (3/2).
Pemahaman mendalam tentang birokrasi pemerintahan harus dimiliki seorang kepala daerah, dengan segudang pengalaman ditopang sebagai putra daerah asli, Thauhid Afrilian Noor yang memiliki gelar pendidikan Sp, M.Si itu adalah sosok yang tepat.
"Memang banyak nama tokoh yang lain, namun bagi saya dan keluarga lebih seimbang rasanya, jika kandidat calon Bupati melibatkan tokoh birokrasi dan politik,” urai Evan lagi.
Disebutkan Erry Suseno, seorang warga Kukar dari Anggana. Bupati Kukar saat ini, Edi Damansyah, yang juga selaku Ketua DPC PDIP Kutai Kartanegara, diyakini mampu memilih calon yang tepat untuk mendampingi Rendi Solihin.
Tentu, dalam pencalonan kali ini, jika ingin membawa Kukar lebih maju, seperti idaman banyak orang, pasangan yang akan maju harus melalui pilihan yang tepat dan cermat.
Sebab, pemimpin yang kompeten sangat berpengaruh pada kelancaran kemajuan suatu daerah. Apalagi, Thauhid Afrilian Noor sebagai pria yang pernah menjabat Ketua KNPI Kukar itu tak hanya unggul dalam cara berorganisasi dan berpengalaman di bidang pemerintahan.
Tauhid juga dikenal sebagai pemilik klub sepakbola Kartanegara FC. Sebuah klub semi-profesional dari Kutai Kartanegara yang kini berada di Liga 4 Kaltim.
"Saya sekeluarga yakin jika Thauhid Afrilian Noor maju sebagai kepala daerah, bergandengan dengan Rendi Solihin, banyak yang akan memilih sebab mereka sangat kawakan menuju perubahan yang akan dilakukan di daerah Kukar," pungkasnya. (AHS/**)