KALTIMS.COM - Setelah berhasil menyumbang 2 emas di PON Aceh-Sumut, panahan Kaltim telah menunjukkan kemampuan dan potensinya sebagai salah satu cabang olahraga unggulan di Kalimantan Timur. Meskipun awalnya tidak ditargetkan untuk mencapai hasil yang signifikan, panahan Kaltim telah membuktikan dirinya sebagai salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan.
Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltim, Sutomo Jabir, mengungkapkan bahwa kesuksesan panahan Kaltim di PON Aceh-Sumut merupakan hasil dari kerja keras dan keyakinan tim. "Awalnya kami malah tidak ditargetkan apa-apa. Tapi, alhamdulillah, kami berkeyakinan bisa membawa nama baik Kaltim," ujarnya.
Dengan adanya wacana pengurangan jumlah cabang olahraga di PON 2028, status panahan Kaltim telah naik menjadi cabor unggulan. Kaltim cukup terdampak dengan wacana pengurangan itu, di mana sebelas dari 18 cabor penyumbang emasnya tak masuk dalam konsep yang dirancang KONI Pusat.
Oleh karena itu, Perpani Kaltim diminta untuk melipatgandakan pencapaiannya di PON XXII nanti, agar tetap mampu menjaga kebanggaan Benua Etam bersaing di papan atas. "Ini menjadi tantangan bagi Perpani Kaltim. Artinya, kami harus bekerja lebih rapi dan ekstra keras untuk tak sekadar mempertahankan tapi juga meningkatkan prestasi yang ada," ujar Sutomo menanggapi tantangan tersebut.
Untuk mencapai target tersebut, Perpani Kaltim telah melakukan evaluasi dan memiliki gambaran untuk menentukan atlet-atlet yang menunjukkan konsistensinya dalam latihan. Selain itu, pihaknya juga terus membuka peluang dengan mengadakan event-event sebanyak mungkin, baik di tingkat kabupaten/kota dan juga provinsi.
Dengan demikian, Perpani Kaltim berharap dapat menemukan tambahan amunisi yang berpotensi menjadi penerus atlet-atlet yang ada sekarang. "Nanti dari kejuaraan-kejuaraan itu, kami berharap ada tambahan amunisi yang berpotensi menjadi penerus atlet-atlet yang ada sekarang," katanya mengakhiri. (RED)