KONI Kaltim Berharap Penandatanganan NPHD Selesai dalam Waktu Dekat

KALTIMS.COM - Keterlambatan realisasi anggaran dana hibah KONI Kaltim tahun ini telah menjadi perhatian serius bagi pihak KONI Kaltim. Meskipun nominal anggaran telah disetujui sebesar Rp 45,5 miliar, namun distribusinya masih belum bisa terealisasi. Hal ini disebabkan oleh belum terlaksananya penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, selaku OPD teknis.

Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh pengurus cabor atas kondisi ini. Sebagaimana komitmen yang disampaikannya saat Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) lalu, bahwa dalam anggaran tahun ini, pihaknya berjanji akan ada peningkatan indeks bantuan untuk pembinaan di cabor-cabor. Diakuinya, terkait penyaluran dana hibah, baik untuk kegiatan cabor maupun organisasi, KONI tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Rusdiansyah Aras menjelaskan bahwa keterlambatan realisasi anggaran dana hibah ini telah berdampak pada kegiatan cabor. "Ini berkaitan dengan pendistribusian kepada cabor yang akan berkegiatan, baik itu di kejurnas, kejurprov, atau agenda kecaboran lainnya," ucapnya dalam keterangan persnya, Selasa (24/6/2025) siang.

Sementara itu, KONI Kaltim telah meminta cabor untuk terlebih dahulu menalangi pembiayaannya. Misalnya saja untuk mereka yang mengikuti kejurnas, mengirim delegasi ke raker atau musyawarah nasional dan juga mengirimkan atlet ke pelatnas. Di mana, selama ini pengurus cabor tentu mengajukan bantuan pembiayaan kepada KONI selaku induk organisasi keolahrgaan.

Rusdiansyah Aras melaporkan pula, sampai saat ini, setidaknya ada 8 cabor yang telah mengikuti kejurnas kategori senior. Berdasarkan kalkulasi prestasi yang dilakukan, Kaltim saat ini telah mengemas 4 emas, 10 perak dan 12 perunggu, dengan menempati peringkat ke-9 dari seluruh provinsi.

Kemudian untuk di level kejurnas junior, total ada sebelas cabor yang telah bertanding, dengan sementara menempati urutan kelima, peraih medali terbanyak. "Tapi, kegiatan ini semuanya menggunakan dana masing-masing dulu, yang nantinya bisa mengajukan re-imburse ke KONI," terang Rusdiansyah Aras. (RED)