Bursa Efek New York dan Nasdaq Tutup untuk Menghormati Jimmy Carter

Bursa Efek New York (NYSE) dan Nasdaq mengumumkan penutupan sementara pada 9 Januari 2025 untuk memperingati Hari Berkabung Nasional atas wafatnya mantan Presiden AS Jimmy Carter. Keputusan ini diambil untuk menghormati warisan dan pengabdian Carter selama masa jabatannya dari tahun 1977 hingga 1981.

Menurut Presiden Nasdaq, Tal Cohen, penutupan ini merupakan bentuk penghormatan kepada Carter yang dikenang sebagai pemimpin teladan. "Kami menghormati kehidupan dan warisan Jimmy Carter," kata Cohen.

Presiden NYSE Group Lynn Martin juga memuji warisan kemanusiaan Carter, menyebutnya sebagai "Pemimpin yang berdedikasi pada perdamaian dan hak asasi manusia," tambahnya lagi.

Jimmy Carter, presiden ke-39 AS, meninggal dunia pada 29 Desember 2024 di usia 100 tahun. Ia meninggalkan warisan sebagai pemimpin yang berdedikasi pada perdamaian, hak asasi manusia dan cinta tanpa pamrih.

Carter juga dikenang sebagai penerima Nobel Perdamaian 2002 dan pendiri Carter Center, organisasi nirlaba yang fokus pada promosi demokrasi dan hak asasi manusia.

NYSE dan Nasdaq memiliki tradisi menutup perdagangan untuk menghormati pemimpin negara yang meninggal. Sebelumnya, NYSE tutup untuk menghormati Presiden Abraham Lincoln (1865), Presiden Franklin D. Roosevelt (1945), Presiden John F. Kennedy (1963), Presiden Richard Nixon (1994) dan Presiden Ronald Reagan (2004) dan Penutupan juga terjadi saat kematian tokoh-tokoh terkenal seperti Martin Luther King Jr. (1968) dan serangan teror 11 September 2001. [AHS/**]