KALTIMS.COM - Presiden Prabowo Subianto menjawab para kritikusnya saat berpidato dalam Forum Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Senin (30/12) kemarin. Ia menegaskan komitmen pemerintahnya untuk memastikan masa depan Indonesia melalui kemandirian ekonomi.
"Sejumlah orang yang merasa pintar selalu meragukan kemampuan rakyat Indonesia. Mereka sering meremehkan bangsa sendiri, padahal mereka memiliki gelar profesor dari universitas terkemuka. Kompleks inferior ini membuat mereka sinis terhadap apa yang dilakukan bangsa sendiri, bahkan sebelum kita mulai bekerja," kata Prabowo di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Jakarta.
Prabowo menekankan nilai-nilai yang ditetapkan oleh para pendiri Indonesia, menyatakan bahwa ekonomi negara harus berdasarkan prinsip keluarga dan saling mendukung, yang ia sebut sebagai dasar ekonomi Pancasila.
"Pertama, presiden kita memperkenalkan rencana pembangunan universal delapan tahun, dan presiden kedua mengikuti dengan rencana lima tahun. Kami berada di Bappenas untuk mengingatkan diri kita sendiri bahwa ekonomi kita harus berakar pada Pancasila, ekonomi berbasis nilai keluarga," kata Prabowo.
Menanggapi sorotan yang berkelanjutan, Prabowo menekankan komitmen pemerintahnya untuk tata kelola yang bersih dan memprioritaskan kesejahteraan rakyat dalam pengambilan keputusan kebijakan.
"Pemerintah saya tidak akan goyah. Kami berdiri teguh di atas Konstitusi 1945 dan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh para pendiri. Kami bertekad untuk membangun pemerintahan yang berintegritas, dan dengan niat baik serta tekad kuat, kami akan mencapainya," tegas Prabowo.
Pidato Prabowo juga menekankan pentingnya kedaulatan pangan sebagai elemen kunci keamanan nasional. "Untuk melindungi rakyat secara fisik, kita harus memastikan mereka mendapatkan makanan. Mencapai swasembada pangan sangat penting untuk kelangsungan hidup bangsa. Tidak ada negara atau peradaban yang bisa bertahan tanpa pangan. Perencanaan pembangunan nasional harus fokus pada kebutuhan dasar ini."
Selain ketahanan pangan, Prabowo juga menekankan pentingnya kemandirian energi untuk kedaulatan bangsa. "Jika kita berhasil mencapai swasembada pangan, insya Allah kita juga akan mencapai kemandirian energi dalam beberapa tahun mendatang. Ini sejalan dengan nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia," pungkasnya. [AHS/**]